{"id":1711,"date":"2022-08-19T22:01:00","date_gmt":"2022-08-19T15:01:00","guid":{"rendered":"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/?p=1711"},"modified":"2025-05-25T23:12:38","modified_gmt":"2025-05-25T16:12:38","slug":"dunia-sastra","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/?p=1711","title":{"rendered":"DUNIA SASTRA"},"content":{"rendered":"\n<p>Segmen Dunia Sastra sebagai salah satu wadah kreatifitas bagi guru dan karyawan SMA Negeri 2 Wonogiri untuk menyalurkan inspirasi, imajinasi dan bakat menulis karya sastra. Mari Bapak Ibu Guru &amp; Karyawan, terus semangat dalam berkarya.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery columns-1 is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex\"><ul class=\"blocks-gallery-grid\"><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/cerpenilustrasi-1024x1024.jpg\" alt=\"\" data-id=\"2020\" data-full-url=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/cerpenilustrasi.jpg\" data-link=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/index.php\/2022\/08\/17\/dunia-sastra\/cerpenilustrasi\/\" class=\"wp-image-2020\" srcset=\"https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/cerpenilustrasi-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/cerpenilustrasi-300x300.jpg 300w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/cerpenilustrasi-150x150.jpg 150w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/cerpenilustrasi-768x768.jpg 768w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/cerpenilustrasi.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><\/li><\/ul><\/figure>\n\n\n\n<p>17 Agustus akan selalu menjadi salah satu hari istimewa bagi negara kita tercinta. Upacara bendera diselenggarakan di berbagai penjuru negeri dengan khidmat. Pasukan pengibar bendera menjadi salah satu pemeran upacara yang juga penting. Sebuah cerita pendek karya Bapak Sumanto, M.Pd berikut mengangkat suasana tersebut sebagai temanya. <\/p>\n\n\n\n<p>Tetapi upacara pada hakikatnya bukanlah sekedar seremonial semata, bukan hanya masalah bendera terkerek penuh sampai ujung tiang. Upacara bendera 17 Agustus adalah saat kita merenungkan betapa istimewanya nikmat kemerdekaan dan betapa banyak pengorbanan para pahlawan negeri ini untuk meraihnya. Munculkan tanya dalam diri, pengorbanan seperti apa yang sudah kita coba persembahkan untuk negeri kita? Mari simak ceritanya di sini.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>DETIK PENGORBANAN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Agustus. Sebuah bulan yang selalu menjanjikan langit biru. Tapi birunya langit belum tentu menumpahkan sebuah kesejukan karena Agustus juga selalu menawarkan udara panas. Apalagi Agustus pada tahun 2011 ini Ramadhan singgah di dalamnya. Sebuah kewajiban menahan lapar dan minum harus dijalankan oleh mereka yang beragama Islam. Tak terkecuali seorang Rindu dan beberapa temanya yang tergabung dalam pasukan pengibar bendera (paskibra) di kecamatan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBukan sebuah beban berat yang harus diletakkan apabila dijalankan dengan ikhlas\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalimat itu selalu terngiang di telinga Rindu. Sebagai petugas pengibar bendera, Rindu dan beberapa teman lainnya tak boleh menyerah oleh keadaan yang sebenarnya tak begitu nyaman ketika harus menerima tugas di saat mereka sedang puasa. Mereka pantang mundur walau haus mendera karena kerongkongan telah kering kerontang. Dan, tetap tegap melangkah dalam satu komando latihan baris-berbaris di bawah terik matahari bulan Agustus.<\/p>\n\n\n\n<p>Rindu. Sebuah nama yang kini sedang diperbincangkan banyak orang. Perbincangan menarik tentang Rindu berawal dari lapangan tempat latihan upacara, kemudian dibicarakan oleh para pegawai kecamatan dan pelatih paskibra. Bahkan, sekarang menjadi perbincangan hangat di sekolah Andino. Tidak hanya guru dan siswa yang memperbincangkan tapi semua penghuni sekolah sudah terkena virus \u2018keras kepala\u2019 seorang Rindu.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPokoknya tidak!\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Begitulah dua kata yang selalu dilontarkan Rindu, setiap orang mencoba membujukknya untuk berkorban. Jawaban itu juga berlaku untuk Andino, ketua OSIS yang sekarang menjadi teman dekat Rindu (kalau tidak boleh dibilang kekasih, karena keduanya belum pernah berikrar menjadi seorang pacar). Tiga puluh hari mengenal Rindu, sejak MOS dilaksanakan ternyata belum cukup waktu bagi seorang Andino untuk mengenal siapa Rindu. Andino baru menyadari sekarang, bahwa seorang Rindu memiliki sifat yang keras hati.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKamu nggak usah menceramahi aku tentang pengorbanan And \u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKalau kamu telah paham tentang arti sebuah pengorbanan. Tentunya tak perlu orang harus meminta-minta kepadamu, Rin\u201d, Andino berdiplomasi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKalau kamu tetap memaksa aku untuk mengikuti kemauan mereka. Aku yang mundur\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cRin \u2026 \u201c.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cCukup tak perlu kudengar lagi rayuan tentang itu\u201d.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery columns-1 is-cropped wp-block-gallery-3 is-layout-flex\"><ul class=\"blocks-gallery-grid\"><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"150\" height=\"150\" src=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/paskib-150x150.png\" alt=\"\" data-id=\"2023\" data-full-url=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/paskib.png\" data-link=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/index.php\/2022\/08\/17\/dunia-sastra\/paskib\/\" class=\"wp-image-2023\" srcset=\"https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/paskib-150x150.png 150w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/paskib-300x300.png 300w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/paskib-1024x1024.png 1024w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/paskib-768x768.png 768w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/paskib-1536x1536.png 1536w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/paskib.png 2000w\" sizes=\"(max-width: 150px) 100vw, 150px\" \/><\/figure><\/li><\/ul><\/figure>\n\n\n\n<p>Ada noktah kejengkelan di hati Andino yang berusaha tetap menahan diri. Ia membiarkan Rindu meninggalkannya duduk sendirian di serambi perpustakaan sekolah. Andino jadi tidak begitu mengerti tentang sikap Rindu. Benarkah ia seorang yang teguh berpegang prinsip atau seorang keras kepala sejati.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebenarnya semua bermula dari masalah yang sederhana. Siang itu sehabis latihan paskibra, seorang pelatih meminta dengan penuh keikhlasan semua peserta paskibra untuk memotong rambutnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKalian potong rambut seperti peserta Paskibraka Nasional\u201d, pelatih meminta dengan penuh kesungguhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Waktu itu tidak ada yang menolak. Termasuk Rindu.<\/p>\n\n\n\n<p>Sesuatu yang dianggap sederhana, ternyata berubah menjadi petaka ketika di hari berikutnya Rindu datang dengan rambut tetap terurai panjang. Rindu menolak untuk memotong rambutnya. Keputusan Rindu menyinggung perasaan banyak orang.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMengapa kemarin kamu diam? Diam kan bisa dimaknai, setuju\u201d, protes Dewi, sahabatnya yang juga petugas paskibra.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTanggung Rin, kamu sudah latihan sekian minggu harus mundur gara-gara rambut. Apalagi kamu masuk di barisan inti. Pelatih pusing dong Rin, kalau mencari penggantimu secepat ini\u201d, Dewi melanjutkan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSudah orasinya?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBelum. <em>Lagian<\/em> rambut kan sebulan sudah bisa tumbuh panjang. Gitu kok susah\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Baru saja Rindu mau menanggapi nasihat Dewi, pelatih sudah berteriak lantang untuk kumpul sebentar. Rindu bisa menebak, pelatih juga akan menceramahi dirinya. Rindu menggerutu dalam hati, \u201cMengapa dulu dalam seleksi awal tidak dicantumkan sekalian, harus rela potong rambut mirip Polwan. Kalau begitu kan aku bisa menentukan bergabung jadi anggota paskriba atau tidak\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPara pahlawan berkorban tidak hanya dengan rambutnya untuk Negara. Keringat, darah, bahkan nyawa mereka berikan untuk Negara\u201d, teriak pelatih lantang.<\/p>\n\n\n\n<p>Rindu mengerti kata-kata pelatihnya itu ditujukan untuk dirinya. Kata-kata itu mencoba mengusik perasaan perempuannya. Menampar pipi halusnya untuk sadar akan sebuah pengorbanan. Bagaimanapun, Rindu tetap menolak. Hatinya tetap teguh pada pilihannya. Sebenarnya Rindu ingin menyampaikan alasan mengapa kemarin ia diam, seolah setuju. Kata-kata Rindu berhenti di pangkal kerongkongan setelah Andino mengingatkan untuk diam. Rindu menunduk seirama dengan puluhan peserta yang lain. Diam dan takut. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">***<\/p>\n\n\n\n<p>Pelatih telah meminggirkan Rindu. Tak ada lagi nama Rindu dalam daftar pasukan pengibar bendera. Pengganti Rindu sudah disiapkan. Menurut pelatih tujuh hari menjelang upacara adalah waktu yang relatif singkat untuk sebuah persiapan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada sesuatu yang beda dalam latihan berikutnya. Suasana menjadi tidak nyaman karena pelatih sering memberikan perintah dengan nada tinggi. Apalagi pengganti Rindu dianggap kurang cakap oleh pelatih. Lamban dan kurang tanggap menerima intruksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Rindu memang istimewa. Terbukti perginya telah menggoreskan luka di hati semua orang. Tubuhnya yang tinggi semampai merupakan satu alasan mengapa pelatih memilihnya sebagai petugas pengibar bendera. Selain cantik, ia juga memiliki kepercayaan diri yang sempurna. Suaranya lantang dan tegas ketika memberi aba-aba saat bendera duplikat di tangannya mau dikibarkan. Ia cepat paham dengan semua intruksi dan sedikit sekali melakukan kesalahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tiga hari latihan setelah perginya Rindu memberikan hasil yang stagnan. Semua cemas. Keadaan semakin memburuk. Pernah suatu kali Andino serasa mati berdiri oleh suara keras pelatih karena lagi-lagi pengganti Rindu melakukan kesalahan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cNggak becus semuanya!!\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Semua menunduk. Takut. Bingung harus bagaimana.<\/p>\n\n\n\n<p>Kabar tentang latihan paskibra yang tidak mengalami kemajuan sampai pada pimpinan sekolah Andino. Keputusan baru telah diambil setelah ada proses mediasi. Rindu ditarik kembali ke pasukan. Rindu mau kembali dengan satu syarat. Tak ada potong rambut untuk dirinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">***<\/p>\n\n\n\n<p>Tanggal tujuh belas tinggal selangkah lagi. Gladhi bersih sudah selesai dilakukan. Selama gladhi bersih sebenarnya ada pemandangan yang tidak nyaman di hati Andino. Rindu satu-satunya petugas yang berambut sepinggang. Perasaan tidak nyaman dibiarkan hilang terbawa angin oleh seorang Andino. Mungkin juga oleh pelatih dan pasukan pengibar bendera yang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Perasaan tidak nyaman terbawa oleh Andino ke pembaringan. Ia gelisah. Padahal pelatih sudah mengingatkan, tidak boleh tidur terlalu malam. Ada tugas penting esok pagi di hari kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sesekali terdengar dari gardu pos ronda orang-orang yang sedang <em>tirakatan<\/em>. Ia belum bisa tidur juga. Andino mencoba mencari penyebab mengapa ia susah tidur malam ini. Ya, Rindu. Di pikirannya masih bergelayut tentang perasaan tidak nyaman dengan penampilan Rindu ketika gladhi bersih tadi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBlm tidur ya \u2026\u201d, Andino mencoba SMS pilihan hatinya. \u201cKok tahu. Knp <em>you<\/em> jg blm tidur. Mikirin <em>I<\/em> ya \u2026?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAh, <em>you<\/em>. Ge-er.&nbsp; Boleh <em>I call you<\/em> sbentar!\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cLama jg boleh. Kalo gak takut ama pelatih. he 3X\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Selesai membaca SMS Rindu, Andino pencet tombol panggil pada Rindu. Ia berharap bisa menceritakan kegalauan hatinya. Lebih jauh berharap bisa mengubah prinsip dan kekerasan hati seorang Rindu. Nada ringtone <em>Pemilik Hati<\/em> lantunan merdu Armada terdengar di telinga Andino. Indah. Seindah suara yang ditunggu dari seberang sana.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKok belum tidur?\u201d Andino membuka percakapan dalam telepon.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMau tidur gimana? Bising. Tuh di perempatan orang pada keroncongan\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPada lapar kali, hingga perutnya keroncongan?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAh, kamu bisa aja. Lho kamu kenapa juga belum tidur?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKan mikirin kamu\u201d, goda Andino.<\/p>\n\n\n\n<p>Keduanya terlibat percakapan yang seru. Sesuatu yang diharapkan Andino akhirnya menjadi kenyataan. Pembicaraan sampai pada sikap keras hati seorang Rindu, yang tetap kukuh tidak mau memotong rambutnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMemang ada yang aneh, tentang penampilanku di gladhi bersih tadi?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJujur ya Rin, kalau aku saja merasa aneh dengan keputusanmu, apalagi orang lain. Belum lagi besok pagi, ribuan pasang mata menjadi saksi penampilanmu. Jangan salahkan mereka, kalau&nbsp; menilai dirimu arogan, sombong, tidak mau berkorban, sekaligus sangat keras kepala\u201d, Andino sangat hati-hati berkata-kata.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAnd, harusnya orang lain bisa berpikir. Siapa yang tidak mau berkorban. Anak kegiatan seperti kita ini telah banyak berkorban juga untuk sekolah\u201d, Argumen Rindu terdengar jelas dari kejauhan tanpa nada emosi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBerapa banyak waktu dan tenaga yang kita korbankan untuk sekolah? Itu pengorbanan And \u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTapi banyak orang memandang, keputusan kita di kegiatan sebagai bentuk pelarian dari kegiatan belajar Rin \u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cNah, mereka itu yang berpikiran sempit. Sama kerdilnya ketika besok mereka melihat penampilanku yang berbeda di lapangan\u201d, dari jauh nada bicara Rindu terdengar jelas tanpa adanya sebuah prasangka.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPengorbanan apa lagi And \u2026, yang mereka minta?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita sudah meninggalkan banyak tugas belajar. Hampir satu bulan. Latihan paskibra di bulan puasa dengan rasa haus yang menggelegak. Apakah kita mengeluh. Tidak kan? Pengorbanan itu harus proporsional. Mereka juga harus mengerti, baru itu yang bisa kita korbankan\u201d. Dalam hati Andino memuji ketika Rindu memaknai sebuah pengorbanan. Justru menurut Rindu potong rambut bagi dirinya adalah pengorbanan yang tidak sesungguhnya. Pengorbanan yang ingin dilihat orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari ujung telepon Rindu menjelaskan mengapa ia kukuh tidak mau memotong rambutnya. Setahun lalu ketika ibunya mengalami masa-masa kritis. Ibunya pernah berpesan, agar ia memegang etika jatidiri seorang perempuan. Ibunya sangat suka dengan rambutnya yang hitam panjang tergerai. Rindu masih ingat satu jam sebelum ibunya meninggal, ia berpesan agar Rindu tidak mengubah penampilan sepeninggalnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIbuku belum seribu hari meninggal And \u2026 Masak aku sudah melanggar amanahnya\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTapi, ibumu akan bangga Rin \u2026 kalau yang kamu lakukan adalah bagian dari pengorbanan. Walaupun hanya pengibar bendera tingkat kecamatan\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMungkin tahun depan And \u2026 kalau aku ikut seleksi paskibra kabupaten dan melangkah menjadi pengibar bendera nasional. Insya Allah aku akan melakukannya\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAwalilah dari Sekarang Rin \u2026 kalau ingin menjadi pengibar bendera di istana Negara. Kamu memiliki syarat semuanya\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cNah \u2026 mulai merayu kan?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBukan merayu, hanya kalau kamu berkenan\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHeh \u2026 sama saja And. Ah \u2026 jangan-jangan ini pesan sponsor ya \u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSponsor siapa?\u201d Andino pura-pura ndak tahu.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYa, pelatih. Atau mungkin sekolah. Kamu kan ketua OSIS. Siapa tahu bisa meluluhkan hatiku. Ah, aku kok ge-er lagi \u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Andino melirik jam dinding yang tergantung di kamarnya. Dalam pandangannya jam dinding itu memelototinya untuk segera tidur. Beberapa detik lagi pukul sepuluh malam. Ia harus segera tidur walaupun suara-suara di gardu pos ronda semakin ramai saja. Sepertinya mereka asyik memperbincangkan kemerdekaan Indonesia yang sudah 66 tahun lamanya. Sebuah usia yang sudah begitu senja. Semakin renta karena berbagai permasalahan menggerogotinya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKok, diam And \u2026\u201d Suara di seberang membangunkan lamunan Andino.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAh, nggak. Aku hanya berpikir betapa indahnya kalau kamu berubah pikiran untuk mau memotong pendek rambutmu. Benar-benar sempurna Rin \u2026 kalau kamu mau melakukannya\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKalau aku teguh dengan prinsipku?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBisa jadi aku berpikir ulang untuk menjadikan dirimu sebagai ibu anak-anakku kelak\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHah \u2026??!! Ngacau kamu. Emang kita udah jadi pacar ya? Dan, belum-belum kok sudah ngancam \u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBukan ngancam, hanya mengintimidasi. Ha \u2026 ha \u2026 ha \u2026 \u201c<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSiapa takut?!!\u201d Goda Rindu. Rindu sebenarnya berpikir juga dengar kata-kata Andino barusan. Ia juga bimbang dengan keputusannya. Sebuah pertanyaan mendera hatinya. Yang <\/p>\n\n\n\n<p>sebenarnya dirinya seorang yang teguh memegang prinsip atau keras kepala? Dalam hatinya gemuruh siapa lagi yang bisa ia ajak berbagi. Ayahnya jauh merantau di Jakarta. Kakek neneknya yang tinggal satu rumah, terlalu tua untuk berbagi. Mengapa ia mengabaikan nasihat Andino, salah seorang yang kini mulai mengisi relung hatinya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKok diam, Rin \u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMemikirkan saranku ya \u2026\u201d lanjut Andino<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTambah cantik lho, kalau tampil dengan rambut pendek seperti peserta paskibra lainnya\u201d, Rayu Andino untuk terakhir kalinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Rindu tetap kukuh dengan keputusannya. Malam ini ia tidur diiringi dengan lagu keroncong kemerdekaan yang sayup-sayup sampai dari perempatan jalan dekat rumahnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">***<\/p>\n\n\n\n<p>Pukul delapan tanggal 17 Agustus 2011. Satu-satu petugas paskibra datang di pendopo kecamatan. Semua menata diri. Berpakaian putih-putih dengan balutan kain merah di leher. Yang laki-laki mematut-matut peci di kepala. Sementara yamg perempuan sedikit berhias dibantu dengan guru pendamping.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada satu yang belum tampak di antara semua yang sedang mempersiapkan diri. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul delapan lewatnya tiga puluh satu menit. Semua sibuk. Tak ada yang tahu bahwa ada satu petugas yang belum datang di pendopo kecamatan. Rindu belum ada di keramaian itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Andino sudah berdandan rapi<\/p>\n\n\n\n<p>Ia gelisah.<\/p>\n\n\n\n<p>Pelatih paskibra mendekati dirinya. Menanyakan Rindu yang terlambat datang. Khasak-khusuk terdengar di antara pasukan yang berdandan. Rindu tidak datang. Andino mencoba menghubungi lewat telepon gengam tapi tidak mendapatkan jawaban. Semua gelisah. Takut melihat pelatih yang bermuka masam.<\/p>\n\n\n\n<p>Pukul delapan lebihnya tiga puluh lima menit semua peserta dikumpulkan. Ada yang sudah rapi berdandan. Beberapa masih perlu penyempurnaan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKoordinasi sebentar. Nanti lanjutkan berdandan\u201d. Semua sigap dalam nuansa ketakutan. Beberapa detik pasukan telah berbaris rapi di bawah komando Andino. Pelatih menunjuk pengganti Rindu untuk siap mental bila Rindu benar-benar tidak datang. Ada nada kesal, marah, dan dendam di suara parau pelatih yang berdiri gagah. Andino benar-benar tidak nyaman. Ia berharap Rindu segera datang, walaupun nantinya Rindu akan mendapat marah besar dari banyak pihak. Andino nyaris tidak begitu mendengar setiap kata koordinasi dari sang pelatih. Hatinya galau<\/p>\n\n\n\n<p>Pukul delapan lebihnya empat puluh dua menit, seiring berakhirnya acara koordinasi ada deru sepeda motor memasuki pelataran kecamatan. Seorang gadis turun dari sepeda, helm masih menutup kepalanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Gadis itu, Rindu.<\/p>\n\n\n\n<p>Puluhan pasang mata menatap kesal dan marah pada perempuan yang berusaha melepas helm yang masih bersarung di kepala. Pelatih sengaja membuang muka. Terlihat sekali nuansa marah menghias wajahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Helm sudah terlepas dari kepala Rindu. Aliran darah seketika berhenti demi melihat Rindu. Rambutnya pendek. Cantik sekali. Peserta perempuan berhamburan sambil meneriaki nama Rindu dan mengerubutinya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAlhamdullilah Rin \u2026 kamu datang\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cCantik sekali kamu. Belum terlambat kok ayo berdandan\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Rindu sudah datang. Udara di pelataran kecamatan berubah jadi lapang penuh rasa memaafkan. Tak ada yang bertanya mengapa Rindu berubah pikiran. Andino pun tidak merasa jadi pahlawan. Ia hanya bersyukur, menangis dalam hati demi melihat binar-binar rona gembira di wajah sang pelatih.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTerima kasih ya Allah. Ini tanggal 17 Agustus sekaligus 17 Ramadhan. Hari yang begitu istimewa. Hari kemerdekaan sekaligus nuzulul Qur\u2019an. Indah dan damai sekali hari ini \u2026\u201d, bisik Andino dalam hati.<\/p>\n\n\n\n<p>Rindu sudah selesai berdandan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tepat pukul Sembilan pasukan siap melakukan acara serah terima bendera dari bapak Camat ke petugas bendera untuk dibawa ke lapangan dan dikibarkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Detik-detik itu telah tiba. Pukul sepuluh kurang lima belas menit bendera selesai dikibarkan. Rindu berada diantara puluhan tugas pengibar bendera. Ia benar-benar bintang kali ini. Sukses mengibarkan bendera tinggi-tinggi di bawah komando Andino. Pukul sepuluh tepat, detik-detik proklamasi berkumandang ada bendera melambai terus melambai di tengah lapangan upacara.<\/p>\n\n\n\n<p>Merah putih teruslah kau berkibar.<\/p>\n\n\n\n<p>Catatlah ini sebagai sebuah pengorbanan, walau tak seberapa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><em>-Selesai\u00a0 &#8211;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><em>Slogohimo, 18 Agustus 2011<\/em><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery columns-1 is-cropped wp-block-gallery-5 is-layout-flex\"><ul class=\"blocks-gallery-grid\"><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"640\" height=\"480\" src=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/pngwing.com_-1.png\" alt=\"\" data-id=\"2024\" data-full-url=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/pngwing.com_-1.png\" data-link=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/index.php\/2022\/08\/17\/dunia-sastra\/pngwing-com_-1\/\" class=\"wp-image-2024\" srcset=\"https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/pngwing.com_-1.png 640w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/pngwing.com_-1-300x225.png 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/figure><\/li><\/ul><\/figure>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>PUISI 3 BAHASA PERINGATAN HUT KE-77 RI<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia tercinta tahun 2022 ini, beberapa guru SMA Negeri 2 Wonogiri mempersembahkan tiga karya puisi dalam tiga bahasa berbeda, Bahasa Jawa, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. <\/p>\n\n\n\n<p>Puisi berbahasa Jawa berikut ini merupakan buah pena Ibu Sri Pangati, S,Pd, salah satu guru Bahasa Jawa kebanggaan SMA Negeri 2 Wonogiri. Membawa kita merenung akan besarnya jasa pahlawan yang kadang terlupakan. Mengajak kita untuk mengisi kemerdekaan dengan cara terbaik, tanpa merasa menjadi si paling pintar atau paling merasa benar. Dengan watak ksatria, negara kita akan langgeng dalam kejayaan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery columns-1 is-cropped wp-block-gallery-7 is-layout-flex\"><ul class=\"blocks-gallery-grid\"><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/bu-pangati-1024x1024.jpg\" alt=\"\" data-id=\"1950\" data-full-url=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/bu-pangati.jpg\" data-link=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/index.php\/2022\/04\/21\/dunia-sastra\/bu-pangati\/\" class=\"wp-image-1950\" srcset=\"https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/bu-pangati-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/bu-pangati-300x300.jpg 300w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/bu-pangati-150x150.jpg 150w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/bu-pangati-768x768.jpg 768w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/bu-pangati.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><\/li><\/ul><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Pengetan Kamardikan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Biyen bangsaku gemah ripah loh jinawi<br>Ketekan Walanda kang gawe prahara<br>Nyilakani rakyat kang karep mardika<br>Dadekake uripe wong padha sengsara <\/p>\n\n\n\n<p>Akeh pejuang sing wutah ludira<br>Ngurbanake jiwa raga lan bandha donya<br>Kanggo nggayuh kamardikan bangsa<\/p>\n\n\n\n<p>Pitung puluh pitu taun kepungkur<br>Proklamasi diwacakake<br>Gendera abang putih dikibarake ing angkasa<br>Tandha negara wis mardika seko regemane negara manca<\/p>\n\n\n\n<p>Apa kowe kabeh wis padha ngerti?<br>Pahlawan iku ora oleh apa-apa saka negarane<br>Ora mung kiriman donga lan kembang<br>Nanging uga apa sing bisa diurunke marang negara<\/p>\n\n\n\n<p>Indonesia saiki wis mardika<br>Akeh sing pinter, nanging sithik sing pener<br>Kabeh pada rebut bener<br>Dadekake uripe keblinger<\/p>\n\n\n\n<p>Dadia para mudha taruna<br>Dadia para ksatria<br>Sing Bisa ngisi kamardikan<br>Lan bisa njaga langgenging negara<\/p>\n\n\n\n<p>(<em>Dening Sri Pangati. Wonogiri, 17 Agustus 2022<\/em>)<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya mari kita nikmati perjalanan puisi kemerdekaan kita dengan sebuah puisi dari Bp. Mrih Kuwato,M.Pd berikut ini. Beliau yang merupakan guru Geografi senior di SMAN 2 Wonogiri menuliskan sebuah puisi indah untuk menghargai besarnya jasa pahlawan negara kita.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery columns-1 is-cropped wp-block-gallery-9 is-layout-flex\"><ul class=\"blocks-gallery-grid\"><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"576\" height=\"1024\" src=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/pak-mrih-576x1024.jpg\" alt=\"\" data-id=\"1951\" data-full-url=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/pak-mrih.jpg\" data-link=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/index.php\/2022\/04\/21\/dunia-sastra\/pak-mrih\/\" class=\"wp-image-1951\" srcset=\"https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/pak-mrih-576x1024.jpg 576w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/pak-mrih-169x300.jpg 169w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/pak-mrih-768x1365.jpg 768w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/pak-mrih-864x1536.jpg 864w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/pak-mrih.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 576px) 100vw, 576px\" \/><\/figure><\/li><\/ul><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">UCAP PAHLAWAN ANDAI HIDUP DI HARI INI<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><em>Oleh: Bp. Mrih Kuwato, M.Pd.<\/em><\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-verse\">Bak permadani telah tergelar di seluruh penjuru negeri\nApa yang dilihat hampir semua kau dapat\nApa yang diangankan mudahnya sampai tangan\nNikmat manakah yang engkau ingkari?\nPejuang negeri ini makin tak kau kenali lagi? Heh\u2026\nMakin asyik saling hujat\nMakin biasa makshiat\nSyukur atau khianat?<\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-verse\">Andai aku hidup hari ini\nLihat prilaku bangsa kami\nMenangislah mata ini\nPerjuangan panjang ini\nBanyak yang rela menodai<\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-verse\">Korting hukuman sana sini\nKorup pun makin ngeri\nTindak kriminal menjadi jadi\nHujatan pun tak terkendali\nInikah misi perjuangan kami\nOh anak negeri henti\u2026.henti<\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-verse\">Sungguh cukup sahaja\nJika mau kau semua\nPerilaku akhlak mulia\nIsi buat Indonesia merdeka\nRukun kompak kerjasama\nDan tak mudah menghina\nNiscaya Jaya di depan mata ***<\/pre>\n\n\n\n<p>Puisi berikut berbahasa Inggris , berjudul Song of Freedom yang berarti nyayian perdamaian. Mengemukakan indahnya makna perdamaian yang sebenarnya, bukan sekedar nada indah eforia sesaat di bulan Agustus. Memaknai melodi indah perdamaian hanya akan terdengar saat kita berhenti saling menghakimi, membebaskan rasisme di hati kita. Yang diperlukan negara ini adalah alunan nyanyian kemerdekaan yang dinyanyikan dengan saling bergandeng tangan dalam persatuan dan perdamaian untung saling peduli satu sama lain.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-verse\"><strong>Song of Freedom<\/strong>\n<em>By Misis Dewi Apriliana<\/em><\/pre>\n\n\n\n<p>The melody of freedom beats louder<br>Echoing through the hills and rivers<br>Louder, faster!<\/p>\n\n\n\n<p>Yet, freedom is not only a happysong<br>Not only be as free as the wind blows<br>Feel it, let it glows!<\/p>\n\n\n\n<p>Can you feel it deep inside you?<br>Freedom is when racism&#8217;s free from our soul<br>Its rhythm will harmoniously flows<\/p>\n\n\n\n<p>As we stop judging others<br>As we care enough for the living<br>As we live in peace in unity<\/p>\n\n\n\n<p>Let&#8217;s run faster hands in hands<br>Reach the glory of our nation<br>The Wonderful Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery columns-1 is-cropped wp-block-gallery-11 is-layout-flex\"><ul class=\"blocks-gallery-grid\"><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"576\" height=\"1024\" src=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/newbanner-576x1024.jpg\" alt=\"\" data-id=\"1960\" data-full-url=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/newbanner.jpg\" data-link=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/index.php\/2022\/08\/17\/dunia-sastra\/newbanner\/\" class=\"wp-image-1960\" srcset=\"https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/newbanner-576x1024.jpg 576w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/newbanner-169x300.jpg 169w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/newbanner-768x1365.jpg 768w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/newbanner-864x1536.jpg 864w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/newbanner.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 576px) 100vw, 576px\" \/><\/figure><\/li><\/ul><\/figure>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>CERPEN UNTUKMU PARA WANITA HEBAT<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">(Karya Ibu Ida Tyas Wening, S.Pd.)<\/p>\n\n\n\n<p>Di bawah cuaca terik siang ini perkenalkan namaku Widia. Aku lahir dari pasangan romatis, Pak Ahmad dan Bu Siti. Aku anak pertama dari lima bersaudara, Faiz, Tari, Amir dan Umar adalah adik-adikku. Walaupun namanya Amir dan Umar tapi mereka bukan kembaran. Mereka selisih dua tahun. Ibu bapakku bekerja menjadi pegawai di salah satu lembaga pemasyarakatan di Solo. Aku ingin sejenak berbagi tentang kisah hidupku. Saat itu aku mendekati lulus dari sekolah menengah pertama, saatnya berniat memberanikan diri bicara sama Bapak. Sore itu angin sepoi menemani Bapak ngopi di teras rumah.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPak, aku boleh lanjut sekolah ndak?\u201d perlahan kuutarakan maksud hati sambil duduk di kursi dekat Bapak.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSekolah!?\u201d jawab Bapak dengan agak kaget. Ya maklum, mungkin Bapak tidak tega kalau aku harus melanjutkan sekolah di tempat yang jauh. Di daerah rumahku belum ada SMA pada saat itu.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIya, Pak. Sekolah lagi. Widia ingin lanjut SMA,\u201d pintaku pada Bapak.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBapak sebenarnya mendukung kalau kamu ingin sekolah lagi, tapi kamu harus belajar lebih mandiri, karena kamu akan jauh dari Bapak maupun Ibu,\u201d kata Bapak dengan bernada menasehati.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIya, Pak. Widia janji akan lebih mandiri,\u201d kataku dengan yakin. Aku senang sekali mendengar jawaban Bapak yang mendukungku untuk melanjutkan sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa hari kemudian disaat aku sedang menikmati liburan kelulusanku, ibu datang menghampiriku yang sedang duduk di pojok ruang tamu, \u201cKamu bener-bener mau lanjut sekolah, Nduk?\u201d tanya Ibuk.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIya, buk. Aku pengen lanjut SMA,\u201d jawabku yakin.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIbuk boleh bilang sesuatu, Nduk?\u201d tanya ibu lembut sambil membelai ikal rambutku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAda apa, Buk?\u201d was-was hatiku, takut Ibu tidak setuju.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cGini, Nduk. Ibu mendukung kamu semangat lanjut sekolah. Biar kamu kelak jadi wanita sehebat Kartini yang tak putus asa mencari pendidikan yang lebih baik,\u201d terdengar Ibu menghela nafas, berkaca-kaca melanjutkan perkataannya,\u201d Tapi gini ya, Nduk. Kamu harus sadar kalau cita-citamu itu akan tidak mudah terlaksana. Bapak Ibukmu ini kan cuma pegawai lapas. Gajinya Bapak Ibu itu minim. Kalau kamu memang benar-benar yakin mau lanjut sekolah, seumpama suatu saat Bapak Ibu nanti pas ndak punya duit, kamu harus siap lho ya?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSiap apa, Bu?\u201d aku bertanya begitu polos saat itu.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYa siap untuk ndak punya uang saku. Padahal kamu nanti ngekos, tinggal jauh dari Bapak Ibu. Akan sulit saat tidak ada uang saku berlebih. <em>Kudu teteg, Nduk<\/em>. Gimana, siap tidak?\u201d kembali Ibu bertanya menyakinkan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIya, Bu. Widia siap. Inspirasi Bu Kartini sudah masuk ke hati Widia, Bu. Saat itu halangan untuk Beliau sekolah jauh lebih besar dari Widia, tapi Bu Kartini tetap semangat belajar. Jadi kalau hanya masalah uang dan ngekos, Widia siap . Itu kan konsekuensi yang harus Widia terima,\u201d jawabku menyakinkan Ibu. Mendengar Ibu berkata demikian tidak membuatku patah semangat. Ibu selalu jadi orang terdepan sebagai penyemangatku. Ibu hanya ingin menunjukkan kenyataan di depanku agar aku nantinya benar-benar kuat. Ini membuat diriku lebih semangat belajar di SMA. Di sana akan kubuktikan kepada Bapak dan Ibu bahwa aku akan berprestasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Hari yang kutunggu pun tiba. Ya benar, itu adalah hari pertama aku masuk ke SMA. Saat itu aku diterima di salah satu SMA di Solo. Lelah di perjalanan tak begitu kurasakan. Yang ada adalah tekad untuk belajar sebaik-baiknya meski jauh dari rumah.<\/p>\n\n\n\n<p>Suatu hari ternyata omongan Ibu yang dahulu menjadi kenyataan. Bapak tak kunjung mengirim uang keapadaku. Setiap hari aku menunggu pak pos dengan harapan ada kiriman wesel diantarkan padaku. Karena aku belum bisa membayar kos bulan itu, kuberanikan diri berkata pada Pak Hasyim pemilik kamar kost yang kutempati.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMaaf, Pak Hasyim. Boleh mengganggu?\u201d tanyaku setengah menahan malu.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIya, ada apa dek Widia?\u201d Pak Hasyim meletakkan gembor penyiram tanamannya dan duduk di kursi penjalin yang ada di teras.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBegini, Pak. Saat ini Bapak saya belum kirim uang. Bolehkah Widia bayar kosnya digabung untuk bulan depan?\u201d tanyaku dengan memohon.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201c<em>O iyo, Nduk rapopo. Bapak ngerti kondisi kamu<\/em>,\u201d jawab Pak Hasyim pengertian.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTerimakasih banyak Pak Hasyim. Sungguh, sekali lagi terimakasih,\u201d kataku lega. Untuk makan aku masih bisa berhemat dari sisa uang saku yang ada, kadang ya puasa. Kadang untuk makan dan minum aku sesekali ngebon di warung dekat kosku berhari-hari sampai bapak mengirim uang kepadaku. Tetapi belajar tetap kunomor satukan. Tak patah oleh lapar maupun malu belum bayar uang kos. Kembali muncul semangat setiap kali mengingat perjuangan Kartini dulu pasti lebih berat dari masalahku ini. Surat \u2013 surat dari Ibu kubaca berulang saat diri bersimpuh pasrah penuh air mata. Ibuku benar \u2013 benar penyemangatku yang lain. Mereka adalah wanita hebat inspirasiku di dunia ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Singkat cerita, tekad itupun akhirnya bisa aku buktikan selama tiga tahun aku belajar di SMA. Begitu lulus, aku mencoba mendaftarkan diri ke perguruan tinggi. Saat itu aku mendaftar di UNDIP Semarang mengambil prodi Bahasa Inggris, dan di UNS Solo mengambil pendidikan kewarganegaraan. Hari yang kutunggu datang. Ya.. itu hari pengumuman penerimaan PTN.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIni harinya. Hari untuk buktikan semuanya,\u201d gumamku dalam hati sambil kubuka lembaran koran Solopos. Perlahan menelisik nama demi nama.<br>\u201cAlhamdulillah, Engkau kabulkan doaku,\u201ducapku penuh syukur. Aku memilih yang di UNS walaupun aku juga dinyatakan diterima di UNDIP, karena pertimbangan jarak dari rumah. UNS lebih dekat, akan lebih hemat biaya. Pun seperti dahulu, bekal materi dari Bapak Ibu memang tetap tak berlimpah, tetapi cukup doa dan dukungan mereka menjadi penyemangatku. Akan kulalui hari kuliah dengan penuh semangat. Hanya ada keyakinan bahwa pendidikan yang lebih baik akan membawaku jadi wanita setangguh Kartini, seperti kata Ibuku dahulu. Untukmu para wanita hebat inspirasiku, terimakasih sudah menjadi penyemangatku di hari-hari perjuanganku untuk sekolah. <\/p>\n\n\n\n<p>Demikianlah sedikit kuberbagi, kututup dengan kata Ibu Kartini yang kutulis sepenuh hati di buku harianku,\u201d Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang\u201d.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery columns-1 is-cropped wp-block-gallery-13 is-layout-flex\"><ul class=\"blocks-gallery-grid\"><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"576\" height=\"1024\" src=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ramadhan-jpg-576x1024.jpg\" alt=\"\" data-id=\"1751\" data-full-url=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ramadhan-jpg.jpg\" data-link=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/index.php\/2022\/04\/16\/dunia-sastra\/ramadhan-jpg\/\" class=\"wp-image-1751\" srcset=\"https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ramadhan-jpg-576x1024.jpg 576w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ramadhan-jpg-169x300.jpg 169w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ramadhan-jpg-768x1365.jpg 768w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ramadhan-jpg-864x1536.jpg 864w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ramadhan-jpg.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 576px) 100vw, 576px\" \/><\/figure><\/li><\/ul><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong><span style=\"color:#135c51\" class=\"has-inline-color\">PUISI SUASANA RAMADHAN KARYA GURU &amp; KARYAWAN SMA NEGERI 2 WONOGIRI<\/span><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left\">Bagi umat Islam, bulan Ramadhan sungguh istimewa. Setiap kegiatan di bulan ini menginspirasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Bulan puasa kali ini masih seperti tahun lalu yang dilakukan dalam suasana pandemi Covid-19. Beberapa kegiatan masih harus dilakukan dengan protokol kesehatan. Bersyukur, keadaan sudah menjadi lebih baik dan beberapa hal sudah dilonggarkan. Semangat syukur sepenuh hati ini dituangkan oleh Bapak Kepala Sekolah SMA N 2 Wonogiri, Sumanto, S.Pd., M.Pd, dalam puisinya yang berjudul Ramadhan Pandemi berikut ini<\/p>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-very-dark-gray-color\">RAMADHAN PANDEMI<\/span><\/strong><br>(Oleh: Sumanto, S.Pd., M.Pd.<\/p>\n\n\n\n<p>Selalu indah bila Ramadhan tiba,<br>Apalagi malam ini<br>Ketika kaki boleh melangkah tarawih<br>Di masjid dekat rumah.<\/p>\n\n\n\n<p>Setahun lalu,<br>Karena pandemi bermunculan imam di rumah masing-masing<br>Biarpun Ramadhan berselimut ketakutan<br>Hati damai menyatu dengan keluarga<\/p>\n\n\n\n<p>Selalu gembira menyambut hadirmu, Ya Ramadhan<br>Meski suasana tak selalu sama.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery columns-1 is-cropped wp-block-gallery-15 is-layout-flex\"><ul class=\"blocks-gallery-grid\"><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"576\" height=\"1024\" src=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/1-sahur-terindah-576x1024.png\" alt=\"\" data-id=\"1746\" data-full-url=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/1-sahur-terindah.png\" data-link=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/index.php\/2022\/04\/16\/dunia-sastra\/1-sahur-terindah\/\" class=\"wp-image-1746\" srcset=\"https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/1-sahur-terindah-576x1024.png 576w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/1-sahur-terindah-169x300.png 169w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/1-sahur-terindah-768x1365.png 768w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/1-sahur-terindah-864x1536.png 864w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/1-sahur-terindah.png 1080w\" sizes=\"(max-width: 576px) 100vw, 576px\" \/><\/figure><\/li><\/ul><\/figure>\n\n\n\n<p>Dalam Ramadhan banyak ditemukan keberkahan. Bahkan sahur pun membawa begitu banyak keberkahan yang harusnya kita syukuri sepenuh hati. Sesederhana apapun itu. Berikut ini sebuah puisi karya Bapak Wakas Humas SMAN 2 Wonogiri yang terinspirasi dengan indahnya suasana sahur bersama keluarga kecil beliau.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-very-dark-gray-color\">SAHUR TERINDAH<\/span><\/strong><br>(Oleh : Wardoyo, S.Pd, M.Pd.)<\/p>\n\n\n\n<p>Kuterbangun dalam tidurku<br>Kubersyukur hpku berdering kencang<br>Yang selalu mengingatkan untuk cepat bangun dan bersujud<br>Kuberdoa untuk seluruh keluarga, saudara serta teman<\/p>\n\n\n\n<p>Aku nyalakan api ,rebus air dan memanasi sayur untuk bekal makan sahur<br>Kutata di meja semua menu yang ada<br>Kubangunkan keluarga kecilku untuk bersantap sahur bersama<br>Kunikmati yang ada seraya berdoa dan bersukur pada Illahi<br>Terimakasih ya Alloh masih Kau beri kehidupan indah pada keluarga kecilku<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery columns-1 is-cropped wp-block-gallery-17 is-layout-flex\"><ul class=\"blocks-gallery-grid\"><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/2-sujud-1024x1024.png\" alt=\"\" data-id=\"1747\" data-full-url=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/2-sujud.png\" data-link=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/?attachment_id=1747\" class=\"wp-image-1747\" srcset=\"https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/2-sujud-1024x1024.png 1024w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/2-sujud-300x300.png 300w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/2-sujud-150x150.png 150w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/2-sujud-768x768.png 768w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/2-sujud.png 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><\/li><\/ul><\/figure>\n\n\n\n<p>Puisi berikutnya berjudul Sujud karya Ibu Dyah Hayu Novia, S.Pd. Kegiatan ibadah pada bulan Ramadhan semakin membawa kita lebih khusuk mendalamkan sujud di atas sajadah. Untaian kata puisinya ringkas tetapi begiti dalam penuh makna.<br><strong><span class=\"has-inline-color has-very-dark-gray-color\">SUJUD<\/span><\/strong><br>(Oleh: Dyah Hayu Novia, S.Pd.)<\/p>\n\n\n\n<p>Diatas sajadah usang, di sepertiga malam itu,<br>Hening,<br>Syahdu,<br>Tersuruk harapan berujung kecewa<br>Pada asa yang hampir terputus.<\/p>\n\n\n\n<p>Lantunan Istighfar dan tasbih berhamburan<br>Bergulir bercampur derai air mata<br>Sepenuh hati dibisikkan lirih ke bumi.<\/p>\n\n\n\n<p>Bersimpuh,<br>Berserah,<br>Berpasrah,<br>Berharap doa dimengerti Langit,<br>Memohon Ampunan Illahi Rabbi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery columns-1 is-cropped wp-block-gallery-19 is-layout-flex\"><ul class=\"blocks-gallery-grid\"><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"800\" height=\"800\" src=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/3-mbak-syarifah.png\" alt=\"\" data-id=\"1748\" data-full-url=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/3-mbak-syarifah.png\" data-link=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/index.php\/2022\/04\/16\/dunia-sastra\/3-mbak-syarifah\/\" class=\"wp-image-1748\" srcset=\"https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/3-mbak-syarifah.png 800w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/3-mbak-syarifah-300x300.png 300w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/3-mbak-syarifah-150x150.png 150w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/3-mbak-syarifah-768x768.png 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure><\/li><\/ul><\/figure>\n\n\n\n<p>Meski masih dalam banyang-bayang pandemi, janganlah hal tersebut menyurutkan semangat kita. Kita harus selalu yakin bahwa semua akan indah pada waktunya, seperti judul puisi karya Ibu Syarifah, S.PdI berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-very-dark-gray-color\">INDAH PADA WAKTUNYA<\/span><\/strong><br>(Syarifah, S.PdI<\/p>\n\n\n\n<p>Saat riak riak dunia<br>Tak seindah mimpi dan harapan<br>Saat kenyataan yang hadir di depan mata<br>Tak sejalan dengan angan angan<br>Saat cinta yang menggelora<br>Tak bersambut bertepuk sebelah tangan<\/p>\n\n\n\n<p>Sejuta rasa memasung raga<br>Sedih tak berdaya<br>Galau membelenggu jiwa<br>Kecewa dan terluka<\/p>\n\n\n\n<p>Bukankah Tuhan telah berjanji<br>Segala yang terjadi telah diukur olehnya<br>Takkan melebihi daya pundak kita<br>Bukankah Tuhan telah menggariskan<br>Setiap ujian yang menyapa<br>Menguatkan tumpuan kaki kita<br>Membersihkan dosa-dosa<br>Menjawab doa-doa<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap ujian yang menyapa<br>Menyadarkan bahwa ada Yang Maha Pengasih tempat kita meminta<br>Memahamkan bahwa bersyukur meyelesaikan segalanya<br>Mengajarkan untuk bersabar dan semua akan baik baik saja<\/p>\n\n\n\n<p>Di saat ujian menyapa<br>Teruslah berupaya<br>Melangitkan doa-doa<br>Yakin dan percaya<br>Semua akan indah pada waktunya<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery columns-1 is-cropped wp-block-gallery-21 is-layout-flex\"><ul class=\"blocks-gallery-grid\"><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"800\" height=\"800\" src=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/4-puisiberbuka.jpg\" alt=\"\" data-id=\"1749\" data-full-url=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/4-puisiberbuka.jpg\" data-link=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/?attachment_id=1749\" class=\"wp-image-1749\" srcset=\"https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/4-puisiberbuka.jpg 800w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/4-puisiberbuka-300x300.jpg 300w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/4-puisiberbuka-150x150.jpg 150w, https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/4-puisiberbuka-768x768.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure><\/li><\/ul><\/figure>\n\n\n\n<p>Mari kita laksanakan semua kegiatan ibadah pada bulan mulia ini dengan optimis dan penuh suka cita hingga saat berbuka tiba. Puisi berikut ini membawa seluruh kegembiraan berbuka puasa dengan pilihan kata \u2013 katanya yang ringan saja.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-very-dark-gray-color\">BERBUKALAH DENGAN YANG MANIS<\/span><\/strong><br>Semanis Kenanganku Akan Dirimu<\/p>\n\n\n\n<p>Iyaa kamuu<br>Kamu yang sedang berdesakan<br>Nunggu tibanya bis mudik gratis<br>Sambil menenteng sepikul kardus.<\/p>\n\n\n\n<p>Daan kamu juga,<br>Kamu yang sedang di pojokan<br>Ngitungin THR sambil tersenyum tipis \u2013 tipis<br>Akankah kebeli tiket pesawat yang bikin meringis.<\/p>\n\n\n\n<p>Aih tak apa teman,<br>Semua demi yang manis<br>Yang penuh harap menunggu di rumah.<br>(By_Misis Dewi)<\/p>\n\n\n\n<p>Pada akhirnya, marilah kita penuhi hari \u2013 hari pada bulan Ramadhan dengan kegiatan yang berguna, yang bermanfaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Saling berbagi tanpa ada iri dengki dan kekerasan. Seperti puisi karya Bapak Fuzi Arsyad berikut yang terinspirasi dari hadist yang berbunyi &#8220;Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.&#8221; (H.R. Bukhari).<\/p>\n\n\n\n<p><strong><span class=\"has-inline-color has-very-dark-gray-color\">MANUSIA BERGUNA<\/span><\/strong><br>(Oleh ; Fauzi arsyad, S.Pd.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku ingin jadi elang putih<br>Terbang di langit yang damai<br>Bernyanyi-nyanyi tentang masa depan<\/p>\n\n\n\n<p>Aku ingin jadi matahari<br>Menyinari bumi<br>Membawa cahaya kehidupan<\/p>\n\n\n\n<p>Aku ingin jadi manusia teladan<br>Saling berbagi rasa<br>Tanpa belenggu kekerasan<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-video\"><video controls src=\"http:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/5-pak-aat-1.mp4\"><\/video><\/figure>\n\n\n\n<p>Demikianlah beberapa karya puisi dari Bapak Ibu guru SMA Negeri 2 Wonogiri. Mungkin belum sempurna adanya tetapi semangat menulisnya patut diapresiasi. Semoga mewarnai hari indah anda selama bulan puasa tahun ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Segmen Dunia Sastra sebagai salah satu wadah kreatifitas bagi guru dan karyawan SMA Negeri 2 Wonogiri untuk menyalurkan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2020,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":true,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1711"}],"collection":[{"href":"https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1711"}],"version-history":[{"count":16,"href":"https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1711\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2025,"href":"https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1711\/revisions\/2025"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2020"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1711"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1711"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sman2wonogiri.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1711"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}